RESUME DAY 1 PKKMB UNUSA

 

Profil Umum UNUSA

 Afiliasi: UNUSA adalah perguruan tinggi swasta di Surabaya, Jawa Timur, yang berafiliasi dengan Nahdlatul Ulama (NU), organisasi Islam terbesar di Indonesia. Nilai-nilai ke-NU-an (moderasi, toleransi, kearifan lokal) menjadi dasar pengembangan keilmuan dan karakter.

 Visi & Misi: Umumnya fokus pada mencetak lulusan yang unggul, berakhlak mulia, dan berkontribusi pada pembangunan bangsa dengan memadukan keilmuan universal dan nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jama'ah (Aswaja).
 Status: Terakreditasi Unggul oleh BAN-PT (Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi).
 

 Fakultas dan Program Studi: UNUSA menyelenggarakan pendidikan melalui berbagai fakultas. Contoh program studi yang umumnya ada (perlu dicek di website resmi untuk update):
 Fakultas Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter, Profesi Dokter.

 Fakultas Kesehatan : S1 Kesehatan Masyarakat, S1 Gizi, D4 Analis Kesehatan, D4 Kesehatan dan keselamatan kerja

 Fakultas Keperawatan dan Kebibanan: S2 Keperawatan, S1 Keperawatan, D3 Keperawatan, S1 Kebidanan, D3 Kebidanan, Profesi Ners, Profesi Kebidanan.

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan: S2 Pendidikan Dasar, S1 Pendidikan Guru SD,  S1 Pendidikan Guru PAUD, S1 Pendidikan Bahasa Inggris.

Fakultas Ekonomi Bisnis dan Teknologi Digital: S1 Akuntansi, S1 Manajemen, S1 Sistem Informasi, S1 Bisnis Digital

Akreditasi: Program studi dan institusi diakreditasi oleh BAN-PT. Peringkat akreditasi (Unggul, A, B, 
C) menjadi indikator kualitas.

 Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI): UNUSA memiliki sistem untuk memastikan mutu:
 Evaluasi Kurikulum: Rutin dilakukan penyesuaian.
 Evaluasi Pembelajaran: Melalui kuisioner mahasiswa, evaluasi dosen.
 Audit Mutu Internal: Dilakukan oleh unit penjaminan mutu universitas.
 Pelaksanaan Standar: Mengacu pada Standar Nasional Pendidikan (SNP) dan SN-DIKTI.
 Tracer Study: Melacak lulusan untuk mengetahui relevansi kurikulum dengan dunia kerja dan kepuasan pengguna lulusan.

 Layanan Kemahasiswaan: Biro Kemahasiswaan dan Alumni (Bimbingan konseling, beasiswa, aktivitas ormawa/UKM, pengembangan softskill).
 Perpustakaan: Fisik dan digital (e-journal, e-book).
 Laboratorium: Lab praktikum (khususnya untuk prodi kesehatan, sains, teknologi), lab komputer, lab bahasa.
 Fasilitas Umum: Ruang kelas ber-AC, masjid/musholla, wifi area, kantin, area parkir, 
 Rumah Sakit Pendidikan: Untuk prodi kesehatan (biasanya bekerjasama dengan RS NU atau RS lain di Surabaya).


Materi I
Prof. Yudi Latif, MA., Ph.D
Ketua Pusat Studi Islam dan Kenegaraan Indonesia/ PSIK-Indonesia.
Tema:
Kehidupan Berbangsa, Bernegara, Jati Diri Bangsa, dan 
Pembinaan Kesadaran Bela Negara.

1. Jati Diri Bangsa Indonesia

Jati diri bangsa Indonesia tercermin dalam beberapa aspek penting, yaitu :
- Pancasila: Sebagai dasar negara yang menjunjung tinggi nilai-nilai kebenaran, keadilan, dan kesederhanaan.
- Undang-Undang Dasar 1945: Sebagai landasan hukum yang mengatur kehidupan berbangsa dan bernegara.
- Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI): Sebagai bentuk negara yang menjunjung tinggi kesatuan dan persatuan bangsa.
- Bhineka Tunggal Ika: Sebagai semboyan yang menekankan pentingnya kesatuan dalam keberagaman.

2. Pembinaan Kesadaran Bela Negara

Pembinaan kesadaran bela negara merupakan upaya untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan warga negara dalam membela negara. Hal ini dapat dilakukan melalui beberapa cara, yaitu :
- Pendidikan Kewarganegaraan: Sebagai upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran warga negara tentang hak dan kewajiban mereka dalam membela negara.
- Latihan Bela Negara: Sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan warga negara dalam membela negara.
- Kampanye Bela Negara: Sebagai upaya untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi warga negara dalam membela negara.

3. Tujuan Bela Negara

Tujuan bela negara adalah untuk :
- Melindungi Negara: Dari ancaman dan gangguan yang dapat membahayakan kedaulatan dan keutuhan negara.
- Mempertahankan Persatuan dan Kesatuan Bangsa: Dengan meningkatkan kesadaran dan partisipasi warga negara dalam membela negara.
- Meningkatkan Ketahanan Nasional: Dengan meningkatkan kemampuan warga negara dalam membela negara dan menghadapi ancaman.

Materi II
Erisandy Yudhistira 
Priority Banking Manager Bank Mandiri.
Tema:
Penguatan Literasi Keuangan dan Kesejahteraan 
Mahasiswa.

Penguatan Literasi Keuangan untuk Meningkatkan Kesejahteraan Mahasiswa: Strategi & Manfaat.

 Literasi Keuangan Mahasiswa Penting

 Masa Transisi Kritis:
Mahasiswa seringkali pertama kali mengelola keuangan secara mandiri (uang saku, beasiswa, gaji part-time), jauh dari pengawasan langsung orang tua.

Tantangan Finansial Khas Mahasiswa:
Biaya kuliah yang tinggi dan terus meningkat, Biaya hidup (kos, makan, transport, buku), Keterbatasan sumber penghasilan tetap, Tekanan sosial untuk konsumsi (gadget, gaya hidup, hiburan), Potensi terjerat utang (pinjol, kredit tanpa agunan, KTA).

Dampak Langsung pada Kesejahteraan:
 Kesejahteraan Finansial, menghindari utang berlebihan, mampu memenuhi kebutuhan dasar, memiliki dana darurat, mulai menabung/investasi. Kesejahteraan Akademik, mengurangi stres finansial yang bisa mengganggu konsentrasi belajar dan prestasi akademik. Kesejahteraan Mental & Emosional.
Kesejahteraan Masa Depan, membangun fondasi kebiasaan keuangan sehat untuk mencapai tujuan jangka panjang (rumah, investasi, pensiun).

 1. Solusi:
 Pendekatan Menarik: Gunakan gamifikasi, studi kasus nyata, teknologi (aplikasi), dan bahasa yang relevan dengan gaya hidup mahasiswa.
 Advokasi & Kolaborasi: Menekankan pentingnya literasi keuangan kepada pihak kampus dan mencari mitra untuk mendukung program.
 Lingkungan Aman: Ciptakan ruang diskusi tanpa judgment untuk berbagi masalah keuangan.
 Fokus pada Aplikasi Praktis: Berikan workshop yang langsung bisa diterapkan (misal: workshop membuat anggaran dengan aplikasi tertentu).

 Kesimpulan: Penguatan literasi keuangan bukanlah sekadar tambahan pengetahuan, melainkan investasi strategis dalam aset terpenting bangsa untuk sumber daya manusia berkualitas. Dengan menyediakan akses yang mudah, relevan, dan berkelanjutan terhadap pendidikan keuangan. Secara kolektif dapat membangun generasi yang tidak hanya cerdas akademis, tetapi juga cerdas finansial. 

Materi V
Hari Prianto, S.E
Kepala BNN Provinsi Jawa Timur.
Tema:
Mahasiswa Bebas Narkoba menuju Generasi Sukses yang
Rahmatan lil ‘Alamin.

1. Pengertian Narkoba
Narkoba singkatan dari Narkotika, Psikotropika dan Bahan Adiktif lainnya. Memiliki nama lain yaitu NAPZA. Narkoba merupakan zat kimia yang mengubah fungsi otak dan sistem saraf, serta dapat menimbulkan perubahan persepsi, suasana hati, kesadaran, atau perilaku. Namuntidak bersifat berbahaya jika tidak terjadi penyalahgunaan dan kecanduaan.

2. Tujuan Narkotika Sesuai Undang-Undang No 35 Tahun 2009
Menjamin ketersediaan narkotika untuk kepentingan pelayanan kesehatan dan pengembangan ilmu pengetauhan, mencegah penyalahgunaan narkotika dan melindung bangsa dari bahayanya, memberantas peredaran gelap narkotika, menjamin pengaturan rehabilitasi bagi penyalahgunaan dan pecandu narkoba.

2. Permasalahan Narkoba
Penyalahgunaan Narkoba: Penggunaan atau mengkonsumsi obat yang mengandung Narkotika, Psikotropika dan Bahan Adiktif lainnya dengan dosis berlebihan dan mendapat secara ilegal.
Peredaran Narkoba: Mengedarkan Narkoba tanpa izin, hak, serta melawan hukum yang ditetapkan pada pidana narkotika.

3. Jumlah Narapidana Narkotika Di Seluruh Indonesia Tahun 2023
1. Sumatera Utara: 15.695
2. Jawa Timur: 12.851
3. Jawa Barat: 10.634
4. DKI Jakarta: 8.401
5. Sumatera Selatan: 7.869
6. Kalimantan Timur: 7.820
7. Riau: 7.712
8. Kalimantan Selatan: 6.916
9. Jawa Tengah: 6.183
10. Banten: 4.833

4. Strategi Penanganan Permasalahan Narkoba
 1. Pencegahan, Membangun kemampuan dan kesadaran di masyarakat dari pengaruh buruk penyalahgunaan dari peredaran narkoba
2. Pemberantasan, Mengungkap dan menindak sindikat kejahatan narkoba dengan menhukum berat dan menyita aset hasil kejahatan narkoba
3. Rehabilitasi, Memulihkan pecandu narkoba dari ketergantugan atau kecaduan narkoba supaya kembali hidup sehat dan produktif.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resume Harlah ke-12 Unusa: Peduli Kesehatan Masyarakat, Angkat Pidato Ilmiah Tentang Kesehatan

RESUME DAY 2 PKKMB UNUSA